Beberapa Istilah di Asuransi yang Perlu Dipahami

Semakin berkembang dan berminatnya masyarakat terhadap asuransi, perlu mengenal istilah dalam asuransi jiwa, kendaraan, kesehatan dan berbagai jaminan lainnya. Hal ini penting sebagai langkah sadar terlibat dalam kegiatan penjaminan. Selain itu bermanfaat untuk mencegah terjadinya kecurangan atau kelalaian ketika klaim.

kata dan istilah di asuransi kesehatan - Jiwa dan kendaraan

Penjaminan makin diminati, tidak hanya untuk orang dewasa dan tua, melainkan juga anak muda. Ini adalah langkah preventif dan cerdas dalam mengelola finansial. Memiliki penjaminan tidak berarti aman dari musibah karena akan ditanggung, tetapi justru memunculkan sikap hati – hati dan jaga ketika menghadapi situasi terburuk.

Dalam asuransi, dikenal dengan beberapa istilah umum seperti polis, pemegang polis, premi, serta beberapa istilah lainnya. Namun dalam produk yang berbeda terdapat istilah khusus, hal ini untuk menjembatani berbagai persoalan dan risiko yang berbeda-beda. Sehingga akan dibahas tuntas istilah di asuransi kendaraan, kesehatan, dan jiwa.

Pemahaman Istilah pada Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah jaminan diberikan kepada seseorang yang akan diberikan ketika pihak pemegang polis mengalami kematian, maka pihak tertanggung boleh mengambil klaim pada perusahaan. Tertanggung adalah pihak yang memperoleh jaminan kerugian jika ada risiko sesuai dengan isi polis.

Baca juga:  2 Cara Mengetahui Nomor Virtual Account BPJS Kesehatan

Istilah dalam asuransi jiwa berikutnya perlu dipahami adalah uang pertanggungan dan usia pertanggungan. Jika terdapat risiko/musibah sesuai atau tertera pada polis, penerimaan biaya oleh ahli waris ketika melakukan klaim. Dana tersebut adalah uang pertanggungan. Lamanya waktu ditanggung disebut sebagai usia pertanggungan.

Terdapat istilah ahli waris berarti seseorang berhak mendapatkan uang ketika proses klaim. Tidak boleh sembarang orang, karena disyaratkan harus memiliki hubungan ketergantungan secara finansial, disebut dengan insurable interest. Hal ini untuk menghindari uang klaim jatuh pada orang tidak tepat.

Ditemui pula unitlink, yaitu sebuah bentuk penggabungan antara penjaminan dengan investasi reksadana. Hasil investasi tidaklah dijamin, sehingga tidak mesti mendapatkan keuntungan.

Namun ketika berinvestasi pada waktu yang tepat, peluang untuk mendapatkan keuntungan yang didapatkan bisa sangat besar. Dengan menggunakan fasilitas unitlink membantu ketika masa cuti premi.

Mengenal dan Memahami Istilah di Asuransi Kendaraan

Setiap kali membeli kendaraan atau mobil, pasti akan mendapatkan tawaran penjaminan. Hal ini untuk menjamin hal – hal tidak terduga, seperti lecet, kerusakan, bahkan kehilangan. Dengan demikian mampu mencegah keluarnya biaya tambahan perawatan. Beberapa pilihan yang ditawarkan adalah Total Lost Only (TLO) atau komprehensif.

Baca juga:  Pengecekan Iuran BPJS Error Apa penyebab dan cara mengatasinya

Sebutan di asuransi kendaraan yang pertama adalah total lost only disingkat TLO. Yaitu penjaminan terhadap kerugian yang terjadi pada kendaraan dengan kerusakan mencapai lebih dari 75%, terbakar, atau pencurian. Sangat bermanfaat jika dirasa memiliki risiko tinggi untuk mengalami hal tersebut.

Berbeda dengan TLO, terdapat jaminan komprehensif. Yaitu perlindungan yang diberikan untuk kerusakan apapun, baik yang bersifat ringan, mulai dari lecet, spion patah, dan body penyok, hingga bersifat berat sampai kehilangan. Dengan mengeluarkan premi sedikit lebih mahal premi, tetapi membuat Anda lebih terlindungi.

Kerusakan diakibatkan oleh bencana atau act of god (AOG) berbeda dari kedua jenis perlindungan sebelumnya. Khusus untuk faktor yang disebabkan karena fenomena geologi dan meteorologi, dijamin melalui AOG. Jika tidak sempat menyelamatkan kendaraan ketika banjir, Anda dapat mengambil klaim pada perusahaan asuransi.

Mengenal dan Memahami Istilah di Asuransi Kesehatan

Pada dasarnya beberapa istilah di asuransi kesehatan tidak jauh berbeda dengan asuransi jiwa. Karena keduanya menyangkut hal yang sama, berkaitan dengan perorangan. Diantaranya adalah polis, pemegang polis, dan premi. Berkaitan dengan besaran, penerima klaim, dan perjanjian.

Baca juga:  Daftar Penyedia Asuransi Syariah Terkenal di Indonesia

Terdapat sebutan Underwriter, hal ini mengacu pada pihak ahli dengan kemampuan untuk meneliti, menilai dan menganalisis risiko pemegang polis. Dengan demikian mampu memberikan keputusan apakah pengajuan asuransi dapat diterima atau tidak. Seorang underwriter akan memeriksa berbagai informasi dan latar belakang terkait secara menyeluruh.

Ada juga mengenai Ajudikasi, yaitu upaya menyelesaikan sengketa antara pemegang polis dengan perusahaan. Tujuannya adalah mendapatkan kesepakatan mengenai klaim yang diberikan dikabulkan atau tidak disetujui.

Proses ajudikasi ini dapat dibantu oleh lembaga alternatif penyelesaian sengketa di sektor jasa keuangan, yang diatur pada PJOK. Semakin populernya asuransi, harus dibarengi dengan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat.

Dengan demikian meminimalisir kesalahan – kesalahan dalam memilih paket jaminan. Ada berbagai sumber untuk mempelajari hal tersebut, melalui internet, UU, atau pihak ahli. Terutama istilah di asuransi kesehatan, kendaraan dan jiwa yang sedang populer.

Artikel Terkait