Baterai Xiaomi Lambat penuh saat di cas, Penyebab dan cara mengatasinya

Persoalan baterai yang tidak cepat penuh saat di cas (charging) pada hampir semua smartphone secara umum bisa mengalaminya, tidak terkecuali ponsel Xiaomi. Mulai dari komponen hardware yang tidak bekerja optimal, sampai persoalan software atau sistem operasi yang bermasalah.

baterai sering drop dan lambat mengisi di xiaomi

Ada juga yang bingung dengan tampilan status baterai di layar yang tidak presisi, seperti alat cas HP sudah dingin pertanda pengisian baterai penuh, namun prosentase baterai yang tampil menunjukkan setengahnya dan masih dalam proses pengisian.

Lebih membuat pusing lagi kalau HP Xiaomi menggunakan type baterai tanam alias Non-removable. Dimana saat ada masalah baterai atau ketika ponsel terkena air tidak bisa mencopot baterainya saat itu juga.

Dari beberapa permasalahan baterai yang ada di HP Xiaomi dan beberapa tipe ponsel lain seperti Samsung, Lenovo, Asus, OPPO dan lainnya, berikut ini admin sampaikan beberapa penyebab cepat rusaknya baterai ponsel serta solusi mengatasinya.

Penyebab dan solusi Baterai HP cepat Rusak/Lambat terisi

1. Kualitas alat charging

Baterai smartphone memiliki beberapa cell dengan beberapa struktur lapisan pemisah elektroda didalamnya. Ketika dilakukan pengisian dengan adaptor charging yang sesuai tegangan serta daya yang direkomendasikan, maka cell-cell di dalam baterai akan bekerja optimal dan awet.

Namun saat kebiasaan sering berganti alat cas baterai yang bukan bawaan pabrikan ponsel, bisa menimbulkan masalah pada umur dan masa pakainya.

Perlu diperhatikan pula, Hampir semua tipe baterai semisal Litium-ion atau Polymer yang biasa terpasang di smartphone saat ini memiliki masa pakai atau disebut Life-Time.

Secara sederhana Life-time baterai maksudnya adalah saat kita mengisi daya saat baterai habis sampai seratus persen, maka hitungannya satu kali. Jadi semakin kita sering memakai ponsel dan melakukan charging, berarti semkin berkurang masa pakainya.

Jadi sebisa mungkin gunakan adaptor cas baterai bawaan pabrikan yang direkomendasikan. Dalam kondisi tertentu boleh-boleh saja menggunakan alat cas model ponsel lainnya asalkan tidak terlalu sering.

Baca juga:  Mengatasi Aplikasi Mandiri Online Gagal Masuk

Apakah Aman memakai charger HP yang Ampere-nya tinggi ?

Alat charger ponsel dengan ampere tinggi banyak dijual di pasaran. Penggunaan alat pengisi baterai yang memiliki ampere tinggi bisa mempercepat proses pengecasan.

Namun dibalik keuntungannya, bila tidak hati-hati dan sembarangan memilih nilai ampere atau dayanya bisa mengakibatkan baterai cepat rusak. Karena Nilai ampere tinggi sebanding lurus dengan daya yang dihasilkan, semakin besar ampere semakin tinggi daya untuk mengisi baterai cepat penuh.

Sebagai langkah aman memilih charger ponsel, pastikan nilai ampere tidak terlalu tinggi dari rekomendasi pabrikan ponsel. Semisal alat cas bawaan HP Xiaomi amperenya 2 mAh maka bisa membeli yang 3 mAh.

Jangan memaksakan memilih charger yang dua kali lipat atau lebih tinggi ampere-nya karena cell-cell di dalam baterai bisa cepat rusak seperti ditandai baterai gembung, dicas cepat penuh namun dipakai sebentar drop dan problem lainnya.

Pada persoalan HP xiaomi yang di cas tidak cepat terisi dari biasanya, solusinya yaitu coba gunakan charger ponsel lain untuk testing. Bila hasilnya sama, pakai tipe chager yang ampere-nya setingkat lebih tinggi.

2. Kualitas Kabel charger

Tidak hanya kualitas dan nilai daya adaptor ponsel yang harus diperhatikan, Tidak kalah penting juga adalah mutu kabel adaptornya. Dimana kabel yang memiliki kualitas penghantar arus yang jelek bisa berpengaruh pada laju tegangan dan cenderung menjadi hambatan.

Sering menekuk kabel cas maupun menggulung dengan gulungan terlalu kecil dapat mempengaruhi struktur kawat penghantar. Kabel bisa putus tanpa kita sadari maupun solderan di ujung konektor kabel terlepas.

Jadi solusi saat ponsel Xiaomi lambat terisi saat proses charging, coba pinjam atau ganti kabel dengan yang lain. Pastikan kualitasnya yang bagus dari merek pabrikan ternama, semisal kabel charger keluaran Xiaomi sendiri atau brand lain seperti Samsung, OPPO dan selainnya.

3. Banyak Aplikasi berjalan di Background

Tidak hanya persoalan adaptor dan kabel charger saja yang menjadi perhatian, Aplikasi yang terlalu banyak terbuka dan berjalan di latar belakang sistem juga berpengaruh pada kecepatan pengisian baterai.

Baca juga:  Menjadikan Hardisk Laptop Sebagai Penyimpanan Eksternal dengan USB

Hal tersebut juga menjadi penyebab ponsel menjadi lambat atau lemot ketika dipakai. Mengapa demikian ?, karena saat kita baru saja membuka aplikasi, lalu menutupnya dengan tombol Home sebenarnya kita tidak benar-benar menutupnya, hanya menyembunyikan dari tampilan layar saja.

Maka dari itu, di ponsel android selalu ada tombol maupun menu untuk menutup aplikasi yang sudah terbuka sebelumnya karena banyak memakan sumber daya seperti beban pada RAM, Prosesor dan baterai.

Jadi pastikan menutup semua aplikasi dengan sempurna sebelum membuka aplikasi lainnya supaya baterai tidak cepat terkuras habis dan proses pengisian daya berjalan optimal.

4. Kalibrasi Baterai Ponsel

Fungsi kalibrasi baterai yaitu mengoptimalkan kembali pembacaan prosentase baterai yang ada di sistem ponsel dengan baterainya itu sendiri.

Dimana seringkali kita mendengar saat persentase baterai yang ada di layar dirasa tidak cocok dengan perkiraan pengisian, maka direkomendasikan untuk mengkalibrasi baterainya.

Adapun pada prosesnya, kalibarsi baterai bisa dilakukan secara manual maupun menggunakan aplikasi khusus pengkalibrasi baterai seperti aplikasi Power Battery app, Easy Battery Callibration, Avira Optimizer App dan lain sebagainya.

Adapun cara manual kalibrasi HP android semisal Xiaomi tanpa menggunakan aplikasi yaitu :

  1. Gunakan ponsel sampai baterai habis dan layar mati
  2. Kemudian Cas ponsel sampai penuh dalam keadaan OFF
  3. Nyalakan ponsel dan gunakan sampai baterai kembali habis dan mati dengan sendirinya
  4. Ulangi pengisian daya dalam keadaan ponsel mati
  5. Lakukan 3 sampai 5 kali berturut-turut

Dengan melakukan kalibrasi manual seperti diatas, diharapkan pembacaan persentase baterai di layar kembali normal.

5. Sistem Ponsel bermasalah

Setelah memastikan adaptor, kabel cas, Menutup semua aplikasi dan kalibrasi sudah dilakukan namun tetap saja baterai smartphone bermasalah seperti lambat diisi, cepat habis atau tiba-tiba ponsel mati sendiri, bisa diakibatkan masalah pada sistem.

Baca juga:  Tips Foto Selfie Vivo Y71 tidak Terbalik seperti Cermin

Sistem operasi smartphone berfungsi melakukan komunikasi dengan perangkat keras seperti Prosesor, RAM, ruang penyimpanan, kamera, Baterai dan lainnya.

Jadi apabila mengalami problem persentase baterai di layar tidak pas atau cepat habis meskipun sudah melakukan cara diatas, bisa jadi sistem ada yang bermasalah atau rusak.

Untuk memastikan apakah sistem HP Xiaomi atau smartphone tipe lainnya mengalami error di perangkat baterai, coba lakukan Factory Reset melalui menu “kembali ke pengaturan awal” atau mereset melalui Mode Recovery.

6. Baterai Rusak

Dan yang terakhir adalah kemungkinan baterai sudah rusak atau minimal menurun kualitasnya. Adapun Ciri-ciri baterai HP mulai rusak diantaranya sebagai berikut :

  1. Ponsel cepat drop saat dipakai sebentar saja
  2. Saat di charge sebentar saja sudah penuh
  3. Panas pada baterai saat charging terlalu tinggi
  4. Diisi ulang terkadang bisa masuk, kadang sulit
  5. Baterai melembung atau berubah bentuk
  6. Dicas lama sekali penuh
  7. Dan jenis error lainnya.

Bila sobat mengalami beberapa ciri-ciri diatas pada smartphone dan sudah melakukan beberapa tahapan seperti disebutkan diatas, tidak ada opsi lain kecuali harus mengganti baterai baru.

Perlu diperhatikan, ada beberapa tips membeli baterai baru supaya awet dan aman untuk smartphone, diantaranya :

  1. Pastikan baterai Original sesuai tipe ponsel. Perhatikan hologram di baterai dan masa garansinya, karena saat ini banya beredar baterai aspal (Asli tapi palsu).
  2. Jangan tergiur iming-iming Ampere / Daya baterai yang besar. Daya baterai yang terlalu besar juga menjadi beban komponen lain di dalam ponsel. Jadi, main aman saja dengan ampere yang sama.
  3. Bila baterai jenis Non-removable, jangan memaksa memasang sendiri bila dirasa tidak mampu, mintalah teknisi penjual baterai untuk memasangnya.
  4. Cas dulu sampai penuh baterai baru sebelum digunakan.

Itulah Penjelasan beberapa penyebab dan cara mengatasi masalah baterai yang lambat terisi maupun gampang drop di HP Xiaomi dan di smartphone tipe lain secara umum, semoga bermanfaat.

Artikel Terkait